Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2014 0 komentar

Nasihat Seorang Ayah untuk Anak Gadisnya




 “Anakku, saat kau jatuh cinta, kau tetap tak boleh pacaran. Biarkan kau tetap terbungkus rapi dan kulit lembutmu hanya boleh disentuh oleh suamimu. Ketahuilah bila kau jatuh cinta dengan seseorang, belum tentu itu jodohmu. Maka tetap mintalah kepada yang Maha Tahu untuk diberi jodoh terbaik bagimu.
Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak-anaknya dan itu dibuktikan dengan mencarikan ayah yg tepat buat anaknya. Ayahmu ini berharap, kau termasuk di dalamnya. Anakku, apa yg kau harapkan belum tentu kau dapatkan. Ingatlah rencana Allah adalah rencana terbaik dibandingkan rencana terbaik seluruh penduduk bumi sekalipun.
Agar kau diberi “pangeran” terbaik, tugasmu hanya memantaskan diri dan minta kepada Allah. Semakin kau sering mengadu dan dekat kepada Allah maka Dia akan mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Jangan ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh terbaikmu. Bila sebelum Subuh kau selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia tega memberi “pangeran” yang tak bermutu kepadamu. Walau kau jatuh cinta, jangan serahkan hatimu kepada lelaki itu, karena boleh jadi menurut Allah dia bukan “pangeranmu”.
Tetaplah serahkan hatimu kepada Allah dan setelah Allah kirim “pangeran” kepadamu, baru serahkan hatimu kepada “pangeran” itu. Air matamu di hadapan Allah dan kesabaranmulah yang membuat Allah mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu.
Bukti bahwa kau wanita hebat, kau tetap lebih sering mengingat Allah dibandingkan lelaki yang kau jatuh cintai. Bila Allah yang dihatimu, Dia akan kirimkan “pangeran” original kepadamu. Namun bila kau menjauh, Allah akan kirim pangeran KW-3 bahkan mungkin KW-10 kepadamu. Dan itu akan menyiksa hidupmu dan berkuranglah rasa banggaku kepadamu.
Anakku, lelaki yang cocok buat anak-anakmu adalah yang berani datang menemui ayahmu untuk melamarmu dan bukan yang pandai memainkan perasaanmu. Percuma bila ada lelaki yang kau cintai tetapi dia tak punya nyali bertemu dengan ayahmu.
Saat ini ayahmu hanya bisa berdoa agar Allah mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Dan semoga yang dikirim oleh Allah adalah lelaki yang telah membuat kau jatuh cinta.
Terakhir, Ingatlah selalu kebiasaan di keluarga kita: Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Semoga kau menjadi kekasih Allah sehingga kau dikirimi kekasih terbaik menurut Allah dan juga menurutmu. Anakku, bapak percaya padamu dan sepenuh hati mencintaimu…”
Oleh: Jamil Azzaini
(fauziya/islampos/muslimahzone.com)
Jumat, 16 Mei 2014 0 komentar

Nikah tanpa pacaran... Why Not??


Bagi ikhwan yang telah memiliki hasrat, atau sempat jatuh hati, jika telah memenuhi syaratnya silakan mendatangi orangtuanya secara resmi. Menikah secara resmi. Menantikan saatnya tiba yang kadang prosesnya tak mudah, tetapi sering juga sangat sederhana. Di sinilah indahnya mujahadah. Semoga Allah menjadikan pendamping kita termasuk wanita shalihah yang penuh barakah, dan darinya lahir keturunan yang hukma-shabiyya rabbi radhiya (memiliki kearifan semenjak kecil dan diridhai Allah).
Sabtu, 10 Mei 2014 0 komentar

Karna Nya

Bismillah....

Seakan ragu dalam semua tingkah...
antara yang terasa dan yang tersenbunyi...
Aku mahluk lemah dalam kata "hati"...
Seakan ingin lari dan menjauh..
Tapi siapakah diri...

Aku hanya dapat meminta...
Pada sang pembolak balik hati...
tuk jaga hatiku...
Saat ini...
Senin, 05 Mei 2014 0 komentar

Melihat Kematangan Seorang Pemuda dari Ayah-Ibunya

Banyak sekali laki-laki yang dalam perjalanan hidupnya tidak memiliki teladan yang baik. Teladan yang akan ia ikuti ketika besar. Karena itu, masalah perkenalan dengan perempuan, merasa suka kemudian menikah, membangun rumah tangga dan membangun beban tanggung jawab, menjadi hal yang sangat sulit baginya.
Hal tersebut bisa disamakan dengan ketidakberhasilan seorang kapten ketika menerbangkan pesawat karena belum berlatih dengan cukup memadai. Kadang kapten tersebut berhasil menerbangkan dari landasan atau berhasil lepas landas, namun tidak bisa terus berada di udara. Apabila pesawat tersebut menghadapi cuaca yang tidak baik maka akan sulit mengendalikan dan menyelamatkan diri.
Ketika anak laki-laki tumbuh di dalam rumah di mana hubungan antara suami istrinya baik, dibangun di atas pondasi dan tiang yang baik, ia tumbuh di dalam rumah yang ayahnya sukses dalam menjalin hubungan dengan ibunya, maka ketika besar anak tersebut akan memasuki kehidupan rumah tangga dengan kepercayaan yang tinggi. Anak laki-laki tersebut tidak menjadi penakut, atau dihantui kegagalan.
Dengan pengalaman yang ia peroleh ketika masih kecil ia benar-benar mengetahui bagaimana menghormati dan berinteraksi dengan perempuan. Ia juga tahu, walaupun pernah mengalami kegagalan dalam mewujudkan keinginan istrinya, ia akan tetap pantas dan berhak untuk mencintainya. Karena ia telah berusaha dan usahanya ini telah membuat ia pantas mendapatkan cinta tersebut.
Ia juga tahu bahwa tidak ada orang yang terbebas dari kegagalan. Ketika masih kecil ia melihat ayahnya juga melakukan kesalahan. Dan pada waktu yang sama ia menyaksikan ibunya memaafkan kesalahan suaminya. Dengan asumsi ini tumbuhlah kepercayaan bahwa istrinya akan menghormati dan percaya pada usaha yang terus menerus ia lakukan, meski usahanya kadang berhasil kadang gagal.ya. Pernikahan dan berkeluarga merupakan perjanjian yang berat dan disetarakan dengan kenabian. Salah satunya mungkin karena efeknya besar dan luas. Semoga Allah menjaga keluarga-keluarga muslim senantiasa dalam sakinah, mawaddah, dan rahmah, agar terlahir sosok-sosok lelaki tangguh yang siap bertanggungjawab. Aamiin.

Disadur dari buku, Psikologi Suami Istri Karangan Dr. Thariq Kamal An Nu’aimi (Mitra Pustaka, 2007)
 
;